Suap Proyek PLTU Riau-1

Dirut Pertamina Nicke Widyawati Akhirnya Penuhi Panggilan KPK

publicanews - berita politik & hukumDirektur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati saat tiba di Gedung KPK, Senin (17/9) siang, didampingi stafnya. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati akhirnya datang ke KPK setelah panggilan ketiganya hari ini. Ia akan dimintai keterangan sebagaiu saksi perkara dugaan suap proyek PLTU Riau-1 untuk tersangka Idrus Marham dan Eni Maulani Saragih.

"Nicke Widyawati, mantan Direktur Perencanaan PLN, tadi memenuhi penjadwalan ulang pemeriksaan dalam kasus PLTU Riau-1," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (17/9).

Mengenakan baju batik warna pink, Nicke tiba di Gedung KPK, kawasan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pukul 13.38 WIB. Dengan langkah terburu-buru, Nicke yang didampingi pengawalnya langsung masuk ke dalam lobi.

Sesaat setelah melaporkan diri ke meja resepsionis, Nicke segera melangkah ke lantai dua menuju ruang pemeriksaan.

Sebelumnya, Nicke dipanggil pada 3 September dan 13 September 2018 lalu. Pada pemanggilan pertama ia berhalangan hadir dengan alasan tengah menggelar rapat pemegang saham, sedangkan ketidakhadiran pada panggilan kedua tanpa alasan.

Nicke dimintai keterangan dalam kapasitas saat ia menjabat Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN. Penyidik tengah menelusuri penunjukkan langsung Blackgold Natural Resources sebagai konsorsium penggarap proyek pembangkit listrik di Penarap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, ini.

Lewat rekaman CCTV yang disita KPK, diketahui Dirut PLN Sofyan Basir beberapa kali mengadakan pertemuan dengan tiga tersangka, yakni Idrus Marham, Eni Saragih, dan bos Blackgold Johannes Budisutrisno Kotjo.

Disinyalir pertemuan mereka untuk membahas penunjukkan langsung Blackgold. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top