Korupsi Pelabuhan Sabang

Eks Suami Tamara Bleszynski Diklarifikasi Pembelian Rumah Elit di Bekasi

publicanews - berita politik & hukumTeuku Rafly Pasya ketiuka tiba di Gedung KPK untuk menjadi saksi kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Dermaga Sabang, Aceh, Jumat (14/9) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pemanggilan Teuku Rafly Pasya, mantan suami artis Tamara Bleszynski, untuk mengklarifikasi aset yang diduga ada kaitannyan dengan kasus yang menjerat PT Tuah Sejahtera (TS). TS adalah korporasi tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Dermaga Sabang 2006-2010.

"Diklarifikasi penyidik terkait kronologis pembelian rumah di Galaxy, Kemang," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (14/9).

Rafly mengaku membeli rumah di kawasan elit di Bekasi Barat itu dari pengembang. Namun penyidik menduga rumah tersebut sebelumnya telah dibeli oleh PT TS.

TS bersama PT Nindya Karya menjadi korporasi tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan dermaga bongkar pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang.

Nilai proyeknya sebesar Rp 793 miliar. KPK menduga ada kerugian negara Rp 313 miliar dari proyek yang didanai dengan APBN 2006-2011 secara tahun jamak.

Kasus ini merupakan pengembangan atas perkara yang menjerat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan kerja Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang Ramadhani Ismy.

Pada 2013 silam, KPK menetapkan empat tersangka, selain Ramadhani juga ada Kepala PT Nindya Karya cabang Sumatera Utara dan Aceh Heru Sulaksono, dan Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Sabang periode 2006-2010 Syaiful Achmad,

KPK juga telah memblokir rekening Nindya Karya senilai Rp 44 miliar. Pemblokiran sebagai upaya untuk pemulihan kerugian negara atau asset recovery. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top