Megakorupsi Proyek e-KTP

Setya Novanto Obral Belasan Rumah untuk Nutup Kerugian Negara

publicanews - berita politik & hukumSetya Novanto. (Foto: Reuters)
PUBLICANEWS, Jakarta - Terpidana 15 tahun dalam kasus megakorupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto akan menjual belasan properti miliknya. Eks Ketua DPR itu diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara yang mencapai 7,3 juta dolar AS atau setara Rp 108 miliar.

"Benar (Jjal rumah), pokoknya kita berusaha maksimal mungkin bisa bantu KPK," kata Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (14/9).

Pria yang akrab disapa Setnov itu tak bersedia merinci aset mana saja yang akan segera dilego. Ia hanya mengatakan akan mengembalikan uang ke rekening KPK secara bertahap.

Setnov telah mencicil pembayan kerugian negara, antara lain sebesar Rp 5 miliar, kemudian 100 ribu dolar AS, dan Rp 1,1 miliar yang berasal dari pemblokiran rekening pribadinya di Bank Mandiri.

Merujuk pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 2015, Setnov memiliki 16 unit bangunan dan tanah yang tersebar di Jakarta dan Kupang, Nusa Tenggara Timur. Total nilai dari benda tak bergerak itu sebesar Rp 81 miliar.

Dalam kasus korupsi proyek e-KTP, Setnov juga divonis denda Rp 500 juta dan dicabut hak politik selama 5 tahun setelah berakhirnya masa penahanan.

Jumat siang ini, Setnov hadir di Pengadilan Tipikor sebagai saksi untuk terdakwa keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan kolega bisnisnya Made Oka Masagung. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top