Korupsi Pelabuhan Sabang

Mantan Suami Artis Tamara Bleszynski Dipanggil KPK

publicanews - berita politik & hukumTeuku Rafly Pasya saat tiba di Gedung KPK untuk mejalani pemeriksaan dalam kasus korupsi pembangunan Dermaga Sabang, Aceh, Jumat (14/9). (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan suami pertama artis Tamara Bleszynski, Teuku Rafly Pasya, dipanggil KPK. Ia dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Dermaga Sabang 2006-2010.

"Yang bersangkutan dimintai keterangan untuk tersangka korporasi PT TS (Tuah Sejati)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (14/9).

Saat tiba di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rafly tidak menjawab pertanyaan apapun yang diajukan awak media. Ia langsung masuk ke dalam lobi dan menuju lantai dua ruang pemeriksaan.

Rafly-Tamara menikah pada 1997 dan bercerai 10 tahun kemudian. Febri tidak menjelaskan dalam kapasitas apa pria asal Aceh itu dimintai keterangan.

Dalam kasus ini KPK menetapkan dua korporasi sebagai tersangka, yakni PT Tuah Sejati (TS) dan PT Nindya Karya. Proyek yang mereka kerjakan adalah pembangunan dermaga bongkar pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang.

Korupsi Pelabuhan Sabang, KPK Panggil Direksi PT Nindya Karya

Nilai proyek sebesar Rp 793 miliar. KPK menduga ada kerugian negara Rp 313 miliar. Proyek tersebut didanai dengan APBN 2006-2011 secara tahun jamak.

Kasus ini merupakan pengembangan atas perkara yang menjerat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan kerja Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang Ramadhani Ismy.

Pada 2013 silam, KPK menetapkan empat tersangka, selain Ramadhani juga ada Kepala PT Nindya Karya cabang Sumatera Utara dan Aceh Heru Sulaksono, dan Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Sabang periode 2006-2010 Syaiful Achmad,

KPK juga telah memblokir rekening Nindya Karya senilai Rp 44 miliar. Pemblokiran sebagai upaya untuk pemulihan kerugian negara atau asset recovery. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top