Suap Vonis Perkara

Hari Ini Ketua PN Medan Marsuddin Nainggolan Dipanggil KPK

publicanews - berita politik & hukumKetua PN Medan Marsuddin Nainggolan seusai diperiksa penyidik KPK di Kejaksaan Tinggi Medan, pasca OTT pada 28 Agustus 2018. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Jika kemarin Wakil Ketua Pengadilan Negeri Medan Wahyu Prasetyo Wibowo, hari ini giliran penyidik KPK memanggil Ketua PN Marsuddin Nainggolan. Ia akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pemulusan perkara Tipikor untuk terdakwa Tamin Sukardi.

Saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 28 Agustus 2018 lalu, Marsuddin salah satu dari delapan orang yang diamankan KPK. Namun setelah menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, ia akhirnya dilepas.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka TS (Tamin Sukardi)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (14/9).

Selain Marsuddin, penyidik juga memanggil pengacara Fachrudin Rifai dan Suhardi, serta Staf Honorer Wakil Ketua PN Medan Raymondus Candra Lubis. Kemudian dua orang swasta Tandeanus dan Tadjuddin.

Hari ini, penyidik juga memeriksa tiga tersangka kasus suap tersebut, yakni Hakim Merry Purba, Panitera PenggantiHelpandi, dan pengusaha Tamin Sukardi.

KPK menduga Tamin menyogok Merry untuk meringankan vonis dalam sidang sengketa lahan milik PTPN 2. Majelis hakim PN Medan yang dipimpin Wahyu Prasetyo Wibowo menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara kepada terdakwa Tamin, plus denda Rp 500 juta dan uang pengganti Rp 132 miliar.

Merry menyatakan tidak sependapat (dissenting opinion). Sehari setelah jatuh vonis, KPK menggelar OTT. Turut diamankan uang 130 ribu dolar Singapura dari tangan Elpandi. Sedangkan sejumlah 150 ribu dolar Singapura lainnya diduga sudah ia berikan kepada Merry. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top