KPK Tengah Analisis JC Eni Saragih

publicanews - berita politik & hukumEni Maulani Saragih di KPK (Foto:Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pengajuan Eni Maulani Saragih sebagai justice collaborator tengah dianalisis oleh KPK. Penyidik masih mendalami keterangan-keterangan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR itu untuk tersangka lainnya.

"Tentu kami perlu dalami informasi apa yang diketahui tersangka sehingga beberapa kali perlu dilakukan pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka lain," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/9).

Misalnya, soal pertemuan-pertemuan yang dilakukan antara para tersangka dan saksi yang pernah dipanggil KPK. Pertemuan itu diduga untuk menunjuk perusahaan Blackgold Natural Resources Limited milik Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai penggarap proyek bernilai 900 juta dolar Amerika Serikat itu.

"Bagaimana proses perjanjian yang ditargetkan di Juli 2018 sampai dengan aliran dana yang kami perlu klarifikasi lebih lanjut. Jadi informasi- informasi itu masih terus kita pertajam dari proses pemeriksaan yang dilakukan," ujar Febri.

Dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1 ini, KPK sudah menetapkan tiga tersangka, yakni Eni Saragih, mantan Mensos Idrus Marham, dan pemilik Blackgold Johannes Budisutrisno Kotjo. 

Eni maupun Idrus diduga menerima fee dari Kotjo. Eni mendapatkan Rp 4,8 miliar, sementara Idrus 1,5 juta dolar AS. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top