KPK Cermati Fakta 53 Anggota DPRD Jambi Terima Suap Ketok Palu

publicanews - berita politik & hukumGubernur Jambi nonaktif Zumi Zola (foto:Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi masih melakukan penyelidikan terkait 53 anggota DPRD Jambi yang diduga menerima uang ketok palu alias suap pembahasan APBD dari Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli.

"Ya, untuk anggota DPRD Jambi penyidik masih akan melihat fakta-fakta persidangan," ujar Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaana dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati Iskak di Jakarta, Senin (10/9).

Kendati demikian, menurut Yuyuk, KPK belum menaikan status mereka karena masih mencermati fakta persidangan.

"Sampai hari ini belum ada peningkatan status. Jadi masih menunggu bukti-bukti serta fakta-fakta persidangan yang ada," ujar Yuyuk.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum KPK mendakwa Zumi Zola Zulkifli selaku Gubernur Jambi periode 2016-2021 bersama-sama Afif Firmansyah, Erwan Malik selaku Plt Sekretaris Daerah Pemprov Jambi, Arfan selaku Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pemprov Jambi, dan Saipudin selaku Asisten 3 Sekda Pemprov Jambi menyuap 53 Anggota DPRD Jambi

Uang suap tersebut berjumlah Rp13.090.000.000 dan Rp3.400.000.000 (Rp 3,4 miliar). Uang suap diberikan agar 53 anggota DPRD Jambi itu menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Jambi tahun anggaran 2017 dan 2018.

Adapun ke-53 anggota dan pimpinan DPRD Jambi yang tercantum dalam surat dakwaan Zumi Zola selaku penerima suap Rp16,49 miliar tersebut di antaranya yakni Cornelis Buston, Zoerman Manap, AR Syahbandar, Chumaidi Zaidi, dan Nasri Umar. 

Kemudian, Zainal Abidin, Hasani Hamid, Nurhayati, Effendi Hatta, dan Rahimah. Selain itu, Suliyanti, Sufardi Nurzain, M Juber dan Popriyanto. Terdapat juga nama Tartinah, Ismet Kahar, Gusrizal, Mayloeddin dan Zainul Arfan, dan Elhelwi. Selain itu, Misran, Hilalati Badri, Luhut Silaban, Melihairiya, Budiyako, M Khairil, Bustami Yahta, Yanti Maria Susanti dan Muhammadiyah. 

Selain itu, Sofyan Ali, Tadjudin Hasan, Fahrurozi, Muntalia Sainuddin, Eka Marlina, Hasim Ayub, Agusrama dan Wiwit Iswara. Kemudian, Supriyono, Syopian, Mauli, Parlagutan Nasution, Hasan Ibrahim, Rudi Wijaya dan Arrahmat Eka Putra. Kemudian, Supriyanto, Nasrullah Hamka, Cekman, Jamaluddin, Muhammad Isroni, Edmon A Salam, dan Kusnidar. (han)


Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top