Suap Pembelian Pesawat

KPK Kembali Panggil Manajer MRA Untuk Perkara Suap Emirsyah Satar

publicanews - berita politik & hukumEmirsyah Satar saat dipanggil KPK untuk dimintai keterangan sebagai tersangka pada 16 April 2018 lalu. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Lama mengendap, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan penyidikan kasus dugaan suap dalam pengadaan pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia. Kali ini, KPK menjadwalkan saksi Widhi Darmawan, manajer PT Mugi Rekso Abadi (MRA), milik tersangka Soetikno Soedarjo.

Tikno dan mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar adalah terdakwa dalam kasus ini.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA, eks Dirut Garuda Indonesia," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (30/8).

Bagi Widhi, ini bukan kali pertama ia menjalani pemeriksaan di KPK. Pada 20 Maret 2018 lalu ia juga pernah dimintai keterangan sebagai saksi.

Emirsyah Bungkam Soal Beli Rumah dari Penyanyi Iis Sugianto

Dalam kasus ini, penyidik KPK menduga Emir menerima sejumlah uang dari Soetikno Soedarjo, dalam kapasitas sebagai pemilik atau benefical owner dari Connaught International Pte Ltd. Perusahaan ini menjadi perantara pihak Rolls-Royce di Indonesia.

Sebanyak 50 unit pesawat Airbus yang didatangkan Emir selama menjabat Dirut Garuda, 2005-2014, menggunakan mesin pabrik otomotif asal Inggris itu.

Suap tersebut diberikan dalam bentuk uang dan barang. Dari pengembangan sementara, Emir menerima 1,2 juta Euro dan 180 ribu dolar AS atau setara Rp 20 miliar. Mantan Dirut Bank Danamon itu juga masih menerima barang senilai 2 juta dolar AS yang tersebar di Singapura dan Indonesia. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top