Sengketa PLTP Dieng-Patuha

Ahli: Tipu Muslihat Adalah Tindak Pidana

publicanews - berita politik & hukumPihak pemohon dan termohon tengah memperlihatkan bukti dokumen kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (20/8). (Foto: Publicanews/bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pakar hukum pidana Edward Komar menegaskan bahwa tipu muslihat adalah tindakan melawan hukum.

"Tipu muslihat adalah tindak pidana. Terlepas dari apakah perbuatannya berdiri sendiri atau dalam suatu rangkaian," kata Edward saat memberi kesaksian di PN Jakarta Selatan, Senin (20/8).

Edward adalah saksi ahli sidang permohonan pembatalan putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) dalam sengketa perjanjian proyek PLTP Dieng-Patuha antara PT Bumigas Energi dan Geo Dipa. Permohonan pembatalan diajukan oleh Bumigas, adapun Edward saksi dari termohon Geo Dipa.

Mendengar pernyataan Edward, pihak Bumigas menanyakan arti tipu muslihat dalam konteks sebuah perjanjian kontrak.

Edward menjawab tipu muslihat muncul dari adanya taktik dan strategi untuk menyiasati suatu hal di luar dari kebenaran.

"Jelas bahwa dalam suatu konteks hukum adalah tindakan melawan hukum," ujarnya

Menurutnya, sebuah dokumen atau surat bisa dijadikan alat bukti baik pada proses penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan.

Di dalam persidangan, pembuktian tersebut dapat dicek oleh majelis hakim, apakah tergolong bukti orisinal atau tidak.

"Apabila tidak ada orisinalitas, maka pembuktian terhenti. Jadi orang tersebut tidak punya bukti," ia menegaskan.

Suatu bukti, kata Edward, dapat diterima di persidangan apabila secara orisinalitas dan substantif dianggap sah.

Oleh sebab itu, dalam peradilan pidana dan perdata azas tersebut berlaku. Bukti sah atau tidak sahnya bukti yang diajukan pemohon dan termohon akan dipertimbangkan majelis hakim.

Dalam hal ini, perkara yang dipersoalkan adala bukti perjanjian firstdrawdown proyek pembangunan PLTP Dieng-Patuha.

"Maka orang yang memberikan keterangan palsu bisa dipidanakan, tak terkecuali dengan surat palsu," Edward menuturkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top