KPK Periksa 9 Saksi untuk Penyuap Bupati Labuhanbatu

publicanews - berita politik & hukumPemilik PT Binivian Kontruksi Abadi Effendy Sahputra usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (6/8) lalu. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap sembilan saksi untuk Effendy Sahputra. Pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi ini adalah tersangka penyuap Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap.

pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi, Effendy Sahputra, tersangka dalam kasus dugaan suap proyek-proyek di lingkungan kabupaten Labuanbatu, Sumut Tahun Anggaran 2018.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, para saksi terdiri atas pensiunan PNS, PNS Kabupaten Labuanbatu, dan swasta.

"KPK mendalami pengetahuan para saksi terkait dengan dugaan aliran dana untuk Bupati," ujar Febri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/8).

Pemeriksaan dilakukan di Kantor Kepolisan Resor Labuhanbatu, Jalan MH Thamrin No.1 Labuhan Batu, Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Dalam kasus ini, penyidik KPK menduga Pangonal meminta commitment fee Rp 3 miliar atas proyek-proyek di Pemkab Labuhanbatu yang dikerjakan Effendy. Namun Pangonal baru menerima Rp 500 juta karena cek yang ia terima pada Juli 2018, senilai Rp 1, 5 miliar, tidak bisa dicairkan.

Uang suap diduga bersumber dari pencairan dana pembayaran proyek pembangunan RSUD Rantau Prapat, Kabupaten Labuhanbatu.

Selain Bupati Pangonal dan Effendy, penyidik KPK juga menersangkakan terhadap Umar Ritonga, orang kepercayaan Pangonal yang kini masuk daftar pencarian orang atau DPO. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top