Suap Dana Perimbangan Daerah

KPK Dalami Penerimaan Lain Yaya Purnomo dari Pihak Swasta

publicanews - berita politik & hukumMantan Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Yaya Purnomo seusai menjalani pemeriksaan di KPK, Senin (6/8) lalu. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menilisik kasus suap dana Perimbangan Keuangan Daerah pada RAPBN-P 2018. Kali ini, sejumlah saksi dari unsur swasta yang dipanggil untuk dimintai keterangan.

Hari ini penyidik memeriksa dua saksi untuk tersangka mantan Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Yaya Purnomo. Mereka adalah perwakilan PT Ravindo Makmur Abadi Mashudi dan swasta Harianto Saman.

"KPK mengonfirmasi terkait dengan dugaan penerimaan lain tersangka YP," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (10/8).

Sementara dua saksi lainnya, yakni Samsuri Mudsi Kepala Sekolah SMP PGRI Bugis, Indramayu, serta dosen STKIP Subang dan STAI Sabili Bandung Imron, diperiksa untuk tersangka Eka Kamaluddin.

Yaya dan Amin Santono terkena OTT di sebuah restoran di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, 4 Mei 2018 lalu. KPK mengamankan barang bukti uang Rp 400 juta yang diduga bagian dari commitment fee sebesar Rp 1,7 miliar untuk dua proyek di Pemkab Sumedang. Proyek tersebut didanai dari APBN-P 2018.

Selain Amin dan Yaya, KPK juga menetapkan tersangka kepada perantara Eka Kamaluddin dan pengusaha Ahmad Ghiast. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top