OTT Lapas Sukamiskin

Sel Adik Atut Disegel KPK Karena Dikunci Penghuninya

publicanews - berita politik & hukumSel yang dihuni terpidana Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di Lapas Sukamiskin, Bandung, disegel KPK karena penghuninya tidak ada di dalam. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Saat menggeledah sel napi di Lapas Sukamiskin, Bandung, tim KPK kesulitan untuk membuka sel yang dihuni mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin dan Tubagus Chaeri Wardana. KPK terpaksa meyegel sel tersebut.

"Karena penghuninya (napi) sedang tidak berada di tempat. Diduga kunci sel dibawa yang bersangkutan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya mengenai OTT di Lapas Sukamiskin, Sabtu (21/7).

Fuad Amin adalah terpidana 13 tahun penjara dalam kasus tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Nilai TPPU-nya adalah Rp 14 miliar. Adapun Chaeri Wardana alias Wawan adalah adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang dihukum 7 tahun dalam kasus korupsi alat kesehatan di Banten.

KPK menggeledah Lapas Sukamiskin pada Sabtu (21/7) dinihari, setelah menjemput Kepala Lapas Wahid Husein dari rumahnya. Wahid kemudian dibawa ke Lapas untuk melakukan penggeledahan. Tim KPK kemudian mengamankan total enam orang.

Keenam orang tersebut adalah Wahid dan supirnya Hendri. Kemudian Fahmi Darmawansyah, terpidana 2 tahun 8 bulan dalam kasus suap pengadaan satelit monitoring pada Bakamla, dan Andre.

Kabarnya, artis Inneke Koesherawati, istri Hami, juga turut dibawa KPK ke Jakarta.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan barang bukti uang tunai dalam pecahan rupiah dan mata uang asing. KPK punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan. (han)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Iqra @ayobaca22 Juli 2018 | 10:54:36

    Benar2 spt hotel...hebat euy, sel bisa d kunci sendiri oleh napi.

Back to Top