Suap Proyek PLTU Riau-1

Surat Eni, Terima Uang Halal Bukan Suap

publicanews - berita politik & hukumDua lembar surat klarifikasi yang ditulis tangan anggota Komisi VII DPR Eni Saragih. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memberikan tanggapan terkait beredarnya tulisan tangan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih, tersangka suap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

Surat dua lembar tersebut beredar di kalangan wartawan melalui aplikasi WhatsApp, ditulis pada Minggu (15/7). Isinya berupa pengakuan kesalahan telah menerima 'rezeki' dari proyek tersebut. Bahkan, politisi Golkar ini meyakini rezeki yang ia dapatkan adalah halal karena tujuannya demi kepentingan rakyat dan negara.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mempersilakan Eni membantah terima uang suap. Namun, KPK mengingatkan ada sumpah jabatan yang diingkari, yaitu tidak menerima apapun juga yang berhubungan dengan jabatan.

Febri mengatakan, sebagai anggota DPR tentu sangat memahami hal itu dan bisa membedakan mana penerimaan yang berkaitan dengan jabatan.

"Kalau berhubungan dengan jabatan pasti tidak boleh, kalau tiba-tiba ada pihak lain yang memberikan pejabat negara tanpa diketahui itu terkait dengan apa," ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (17/7).

Menurutnya, seharusnya istri dari Bupati terpilih Temenggung Muhammad Al Khadziq itu langsung melaporkan ke KPK sebagai penerimaan gratifikasi.

"Nah, sampai saat ini kan tidak ada pelaporan. Dengan catatan, pelaporan itu dilakukan dengan itikad baik. Jadi bukan setelah diungkap baru dilaporkan, itu beda lagi," ujar Febri.

Dalam kasus ini, penyidik menduga Eni Saragih menerima suap dari Johannes Budisutrisno Kotjo, pemilik Blacgold Natural Resources Limited. Baik Eni maupun Johannes ditangkap dalam operasi senyap KPK pada Jumat (13/7) siang hingga tengah malam di sejumlah lokasi di Jakarta dan Tangerang. 

Penyidik mensinyalir total uang suap untuk Eni adalah 2,5 persen, sekitar Rp 4,8 miliar. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top