Bupati Rita Divonis 10 Tahun Penjara

publicanews - berita politik & hukumRita Widyasari di Perngadilan Tipikor Jakarta, Jumat (6/7). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Rita Widyasari divonis bersalah karena terbukti menerima suap dan gratifikasi terkait proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sejak Juni 2010 hingga Agustus 2018. Suap diterima bersama Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa 1 (Rita) dengan pidana penjara selama 10 tahun dan denda sejumlah Rp 600 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti pidana kurungan selama enam bulan," kata Hakim Ketua Sugiyanto saat membacakan amar putusannya di Perngadilan Tipikor Jakarta, Jumat (6/7).

Sementara Khairuddin divonis delapan tahun penjara denda Rp 300 juta atau subsider dua bulan kurungan.

Selain itu majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik selama lima tahun usai menjalani pidana pokok.

Dalam pertimbangannya, hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan, yaitu kedua terdakwa dipandang tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan tidak memberikan teladan bagi masyarakat Kutai Kartanegara, terlebih posisi Rita sebagai bupati.

Sementara yang meringankan, mereka berlaku sopan dan belum pernah dihukum.

Keduanya dinyatakan bersalah melanggar Pasal 12B Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Sementara itu atas penerimaan suap, Rita divonis telah melanggar Pasal 12b Undang-Undang No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Atas vonis tersebut, keduanya menyatakan pikir-pikir. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top