Ahmad Hidayat Mus dan Adiknya Tidak Penuhi Panggilan KPK

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Calon Gubernur Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus (AHM) tidak memenuhi panggilan KPK. Begitu juga dengan adiknya Ketua DPRD Kepulauan Sula Zainal Mus, kedua tersangka meminta penjadwalan ulang.

Ahmad Hidayat diketahui tengah mengikuti Pilkada 2018, yang dua hari lagi pencoblosan. Ia berpasangan dengan Rivai Umar dengan nomor urut 1. Keduanya diusung oleh Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, kakak beradik itu mengirimkan surat ketidakhadirannya.

"Ada dua tersangka yang tidak hadir, yaitu AHM dan ZM dalam kasus di Sula. Tadi saya dapat informasi, mereka mengirimkan surat pada KPK tidak bisa hadir dan meminta penjadwalan ulang," ujar Febri di kantornya, Senin (25/6).

KPK akan mempelajari lebih lanjut soal surat tersebut. Namun Febri belum bisa memastikan kapan waktu keduanya bakal diperiksa lagi.

"Nanti akan kami sesuaikan dengan kebutuhan penyidikan," katanya.

Ahmad dan Zainal Mus ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembebasan lahan Bandara Bobong, Kabupaten Sula, Tahun Anggaran 2009. Saat itu Ahmad Hidayat masih bupati di sana, ia menjabat dua periode.

KPK menduga jual-beli lahan untuk Bandara Bobong itu fiktif. Berdasarkan perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pengadaan lahan tersebut merugikan negara sekitar Rp 3,4 miliar. Ahmad diduga menerima Rp 850 juta dan Zainal sebesar Rp1,5 miliar dari temuan kerugian negara tersebut. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top