Suap Pembelian Pesawat

Emirsyah Bungkam Soal Beli Rumah dari Penyanyi Iis Sugianto

publicanews - berita politik & hukumEmirsyah Satar usai diperiksa KPK, Senin (16/4). (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar tidak banyak mengungkapkan soal pemeriksaannya. Ia hanya mengatakan dipanggil untuk menjadi saksi bagi Soetikno Soedarjo, benefical owner PT Mugi Rekso Abadi.

"Jadi saksi untuk pak Soetikno," ujar Emirsyah saat keluar dari Gedung KPK, Senin (16/4) pukul 13.30 WIB.

Saat dikonfirmasi soal rumah mewahnya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, yang disita KPK beberapa waktu lalu, Emir juga enggan menjawab. "Tanya penyidik," katanya.

Rumah yang disita tersebut senilai Rp 8,5 miliar. Emir membelinya dari penyanyi lawas Istiningdiah Sugianto atau Iis Sugianto.

Pada 29 Maret 2018, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, bahwa rumah tersebut disita untuk kepentingan kasus. Ditengarai, uang untuk membeli rumah Iis tersebut berasal dari Soetikno, tersangka yang diduga merupakan perantara suap.

"Uang untuk pembayaran rumah tersebut diduga berasal dari tersangka SS. Penyidik dan Tim Aset tracing menggunakan metode follow the money, sehingga akhirnya memutuskan untuk menyita rumah tersebut," Febri menjelaskan.

Soetikno dan Emir adalah tersangka kasus dugaan suap pengadaan 50 unit pesawat Airbus A33-300 bermesin Rolls-Royce untuk Garuda Indonesia. Emir diduga menerima suap 1,2 juta euro dan 180 ribu dollar AS dari Soetikno.

Selain uang, Emirs juga diduga masih menerima suap dalam bentuk barang dengan total nilai 2 juta dollar AS. Barang-barang tersebut tersebar di Singapura dan Indonesia. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top