Suap Pembahasan APBD

KPK Periksa 22 Anggota DPRD Sumut Untuk 38 Koleganya

publicanews - berita politik & hukumMantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho saat diperiksa KPK beberapa waktu lalu. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 22 anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara untuk bersaksi bagi 38 koleganya yang menjadi tersangka. Para wakil rakyat tersebut terlibat dalam kasus suap pembahasan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut tahun anggaran 2012 serta persetujuan APBD-P 2013 dan 2014.

"Hari ini penyidik KPK akan melakukan pemeriksaan terhadap 22 orang saksi yang merupakan anggota DPRD Sumut untuk 38 tersangka. Hal ini merupakan kelanjutan dari pemeriksaan terhadap sekitar 50 saksi sebelumnya," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Senin (16/4).

Para saksi ini sebelumnya telah diperiksa penyidik KPK di Markas Brimob Polda Sumut. Tim terus mendalami dan memilah dugaan penerimaan terhadap 38 anggota DPRD yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, terutama hubungannya dengan kewenangan dan periode jabatan masing-masing.

KPK menduga penerimaan suap terkait dengan empat kondisi, yakni mulai dari persetujuan laporan pertanggungjawaban Gubernur hingga membatalkan interpelasi DPRD.

Untuk itu Febri berharap para tersangka maupun saksi bersikap kooperatif untuk memenuhi panggilan ini. "Agar dapat dipertimbangkan sebagai faktor yang meringankan," ujarnya.

Sebanyak 38 anggota dan mantan anggota DPRD tersebut menjadi tersangka sejak 29 Maret 2018. KPK menduga mereka menerima suap masing-masing Rp 300 sampai Rp 350 juta dari mantan Gubernur Gatot Pujo Nugroho.

Uang tersebut diduga diberikan Gatot untuk memuluskan seluruh rencana dan program Gatot saat itu.

KPK menjerat para wakil rakyat tersebut dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 junctoPasal 64 ayat 1 dan Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top