Megakorupsi e-KTP

Sekjen Nasdem Johnny G Plate Bantah Diberi Ruko

publicanews - berita politik & hukumSekjen Partai Nasdem Johnny G Plate di Gedung KPK, Selasa (13/3) sore. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate membantah pernah diberi ruko oleh bos PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos. Menurutnya, ia bersama Azmin Aulia, adik mantan Mendagri Gamawan Fauzi, membeli lahan di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan.

"Saya tidak ada beli ruko ya. Saya tidak dikasih ruko. Saya tidak ada urusan dan saya tidak punya ruko, "ujar Johnny saat bertandang ke Gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/3).

Johnny mengatakan, pembelian tanah di Brawijaya itu dari uang pribadinya. "Saya beli tanah dan itu saya bayar dari keuangan saya sendiri, yaitu proses jual beli," ia menambahkan.

Menurutnya, ia membeli tanah bukan atas nama pribadi melainkan perusahaan. Namun ia lupa kapan membelinya.

Ia hanya mengatakan pembelian tanah dilakukan secara sah dan tidak perlu klarifikasi pada KPK. Sampai saat ini Johnny belum pernah dipanggil KPK soal pembelian tanah yang sempat disebut-sebut dalam sidang kasus dugaan korupsi di KPK dengan terdakwa Andi Narogong itu.

"Ya itu urusannya KPK, kalau enggak perlu (dimintai keterangan), ya enggak (dipanggil). Kalau orang yang dicurigai ya diklarifikasi, kalau enggak ya enggak. Gitu," ujar Johnny.

Dalam dakwaan untuk terdakwa Andi Narogong, Jaksa menyebut Gamawan Fauzi ikut terciprat aliran uang proyek e-KTP, yakni berupa ruko di Grand Wijaya dan sebidang tanah di Jalan Brawijaya melalui Azmin Aulia. Gamawan juga disebut menerima uang Rp 50 juta dari Andi Narogong.

"Setelah ada pemenang lelang, ruko diberikan kepada Azmin. Itu bekas kantornya Paulus Tanos yang dibalik nama ke Azmin Aulia," kata Andi dalam sidang 30 November 2017.

Namun Gamawan menegaskan bahwa ruko maupun tanah tersebut dibeli adiknya bersama Sekjen Partai Nasdem Johny G Plate.

Azmin Aulia saat dihadirkan sebagai saksi pun membantah soal pemberian tanah itu. Ia mengaku membeli tanah maupun ruko tersebut pada tahun yang berbeda yakni 2011 dan 2012. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top