Empat Tersangka Kasus Suap di Kendari Kembali Diperiksa KPK

publicanews - berita politik & hukumWalikota Kendari Adriatma Dwi Putra usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Selasa (13/3). (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa empat tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemkot Kendari. Mereka adalah Walikota Adriatma Dwi Putra (ADR), ayahnya Asrun, Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara (SBN) Hasmun Hamzah, dan mantan Kepala BPKAD Fatmawati Faqih.

"Mereka diperiksa sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Pemkot Kendari tahun anggaran 2017-2018," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (13/3)

Adriatma yang datang pukul 10.00 WIB telah selesai menjalani pemeriksaan. Ia enggan menjawab materi pemeriksaannya saat ditanya awak media. "Tanya ke dalam," ujarnya sambil masuk ke dalam mobil tahanan.

Penyidik KPK menduga ada permintaan dari Adriatma kepada perusahaan rekanan penggarap proyek infrastruktur untuk menyediakan dana bantuan kampanye ayahnya, Asrun. Asrun adalah Walikota Kendari periode 2007-2012 dan 2012-2017, sebelum digantikan Adriatma. Asrun kini tengah mencalonkan diri dalam Pilgub Sulawesi Tenggara 2018.

Dana bantuan kampanye itu dimintakan kepada Dirut PT SBN Hasmun Hamzah. PT SBN merupakan kontraktor jalan dan bangunan di Kendari sejak 2012.

Pada Januari 2018, PT SBN juga memenangi lelang proyek jalan Bungkutoko-Kendari New Port senilai Rp 60 miliar. Hasmun lalu memenuhi permintaan itu dengan menyediakan uang total Rp 2,8 miliar.

Keempat tersangka ditahan menuyusul operasi tangkap tangan (OTT) pada 27 Februari lalu. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top