Soal Nama Ibas, KPK: Jangan Terjebak Buku Novanto

publicanews - berita politik & hukumBuku hitam berisi catatan yang terkesan sengaja diperlihatkan Setya Novanto kepada wartawan. (Foto: Tribunnews)
PUBLICANEWS, Jakarta - Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, siapapun bisa memiliki buku catatan dan menulis di dalamnya. Termasuk Setya Novanto yang menulis kata 'Ibas' dalam buku bersampul hitam yang selalu ia bawa dalam persidangan.

Tulisan tersebut, ujarnya, baru memiliki nilai yang berharga apabila diungkap di hadapan penyidik maupun proses persidangan.

"Jadi saya kira kita tidak perlu (menanggapi), jangan sampai terjebak dengan istilah buku hitam," kata Febri di kantornya, Selasa (13/2) sore.

Jika Novanto hanya menulis dalam buku catatan, kata Febri, sama sekali tidak mempunyai kekuatan hukum.

"Kecuali jika disampaikan dalam proses projusticia, maka KPK akan melakukan kroscek untuk melihat kesesuaian dengan bukti-bukti yang lainnya" ia menambahkan.

Saat menunggu sidang pada Senin (5/2) lalu, Novanto seperti sengaja membuka buku hitam di pangkuannya. Pada sebuah halamannya tertera beberapa tulisan tangan, ada tulisan 'Justice Collaborator' dengan huruf kapital, disertai tiga tanda seru warna merah.

Novanto memang sedang menunggu putusan KPK atas permohonannya menjadi JC untuk meringankan vonisnya nanti.

Pada halaman buku tersebut, Novanto juga menulis kata 'Nasaruddin' dengan garis ke bawah dan tulisan USD 500.000. Coretan lain yang cukup mengejutkan adalah kata 'Ibas' dan 'Ketua Fraksi'. Entah siapa yang ia maksud dengan Ibas itu. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top