Suap Pembelian Pesawat

Hadinoto Soedigno Tak Datang ke KPK

publicanews - berita politik & hukumHadinoto Soedigno saat diperiksa KPK pada Maret 2017. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Direktur Teknik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tahun 2007-2012, Hadinoto Soedigno, mangkir. Ia tidak datang memenuhi panggilan penyidik KPK yang hendak meminta keterangan dalam kasus dugaan suap pembelian pesawat Garuda bermesin Rolls-Royce untuk tersangka eks bosnya, Emirsyah Satar.

"Pemeriksaannya dijadwalkan ulang Kamis (15/2)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (13/2).

Menurut Febri, dari Hadinoto yang kini Direktur Produksi PT Citilink Indonesia itu penyidik KPK akan mendalami soal pembelian 50 unit pesawat jenis Airbus A330-300 untuk Garuda.

"Dan aliran dana pada sejumlah pihak. Pada salah satu saksi, kita dalami juga peran dan pengetahuannya sebagai pejabat yang memimpin proses pengadaan di Garuda Indonesia," Febri menjelaskan.

Dalam perkara ini KPK telah menetapkan dua tersangka, yaitu penerima suap Emirsyah Satar dan pemberi suap Soetikno Soedarjo. Soetikno adalah Presiden Komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA), pengendali utama atau beneficial owner dari Connaught International Pte. Ltd.

Emir diduga menerima 1,2 juta Euro dan 180 ribu dolar AS atas pembelian pesawat jenis Airbus bermesin Rolls-Royce tersebut. Jika dikonversi ke dalam rupiah, suap tersebut senilai Rp 20 miliar.

Selain itu, ia juga masih menerima barang senilai 2 juta dolar AS atau setara Rp 26,76 miliar yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

Uang tersebut sebagai balas jasa atas pembelian pesawat pada periode 2005-2014, saat Emir menjadi Dirut Garuda. Uang diberikan oleh Rolls-Royce yang berbasis di Inggris lewat Connaught International di Singapura. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top