Suap Pembahasan APBD

Empat Anggota DPRD Mojokerto Diperiksa KPK

publicanews - berita politik & hukumWalikota Mojokerto Mas'ud Yunus di lobi Gedung KPK, Jakarta Selatan. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penyidik KPK memeriksa sejumlah anggota DPRD Mojokerto untuk mendalami kasus tersangka Walikota Mas'ud Yunus. Mereka yang dipanggil hari ini adalah Yuli Veronica Maschur dari Partai Amanat Nasional, Febriana Meldyawati dari PDIP, Dwi Edwin Endra Praja dari Gerindra, serta politisi PKB Junaedi Malik.

"Keempatnya diperiksa untuk tersangka MY," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (13/2).

Mas'ud diduga memberikan suap kepada anggota Dewan untuk memuluskan pengalihan anggaran hibah Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS) menjadi anggaran program penataan lingkungan pada Dinas PUPR Kota Mojokerto Tahun 2017 sebesar Rp 13 miliar.

Ini Alasan KPK Belum Tahan Walkot Mojokerto

KPK menduga politisi PDIP yang akrab disapa Yai Ud ini menyuruh Kepala Dinas PUPR Wiwiet Febryanto memberi 'amplop' kepada tiga pimpinan DPRD. Ketiganya adalah Ketua Purnomo, serta Wakil Ketua Umar Faruq dan Abdullah Fanani.

Wiwiet terkena operasi tangkap tangan pada 16 Juni 2017 di Kota Mojokerto, Jawa Timur. Selain Wiwiet, KPK juga mengamankan tiga Purnomo, Umar, dan Fanani.

Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya telah memvonis Wiwiet 2 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan. Adapun ketiga pimpinan DPRD itu diganjar 4 tahun. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top