Suap Pembelian Pesawat

KPK Kembali Periksa Mantan Anak Buah Emirsyah Satar

publicanews - berita politik & hukumMantan Direktur Teknik PT Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno di Gedung KPK. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mendalami kasus dugaan suap pembelian pesawat Garuda bermesin Rolls-Royce, KPK kembali memanggil mantan Direktur Teknik Garuda Hadinoto Soedigno.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA (Emirsyah Satar)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (13/2).

Ini kali ketiga penyidik KPK memeriksa Hadinoto yang kini Direktur Produksi PT Citilink Indonesia tersebut. Saat pembelian 50 unit pesawat jenis Airbus A330-300, Hadinoto menjabat sebagai Direktur Teknik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada 2007-2012.

KPK sebelumnya menyebut Hadinoto memiliki peran strategis dalam kasus ini. Ia pun telah dicegah keluar negeri oleh komisi antirasuah.

Selain Hadinoto, penyidik KPK juga memanggil dua pegawai PT Garuda Indonesia lainnya. Mereka adalah Capt. Agus Wahdujo dan Victor Agung Prabowo.

Telusuri Suap Emirsyah Satar, KPK Periksa Mantan Direktur Teknik Garuda

Dalam perkara ini KPK telah menetapkan dua tersangka, yaitu penerima suap mantan Emirsyah Satar dan pemberi suap Soetikno Soedarjo. Tikno adalah Presiden Komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA), pengendali utama atau beneficial owner dari Connaught International Pte. Ltd.

Emir diduga menerima 1,2 juta Euro dan 180 ribu dolar AS atas pembelian pesawat tersebut. Jika dikonversi ke dalam rupiah, suap tersebut senilai Rp 20 miliar.

Selain itu, ia juga masih menerima barang senilai 2 juta dolar AS atau setara Rp 26,76 miliar yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

Uang tersebut sebagai balas jasa atas pembelian pesawat pada periode 2005-2014, saat Emir menjadi Dirut Garuda. Uang diberikan oleh Rolls-Royce yang berbasis di Inggris lewat Connaught International di Singapura. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top