Suap Pembelian Pesawat

Telusuri Suap Emirsyah Satar, KPK Periksa Mantan Direktur Teknik Garuda

publicanews - berita politik & hukumEmirsyah Satar. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penyidik KPK kembali menelusuri suap pembelian 50 unit pesawat Garuda Indonesia lewat pimpinan maskapai pelat merah itu saat tersangka Emirsyah Satar menjadi Direktur Utama di sana. Hari ini, giliran mantan Direktur Teknik Garuda Hadinoto Soedigno yang diperiksa.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA (Emirsyah Satar)," ujar Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati Iskak saat dikonfirmasi, Selasa (6/2).

Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Produksi PT Citilink Indonesia Hadinoto Soedigno terkait kasus dugaan suap pengadaan mesin pesawat Rolls Royce untuk pesawat terbang Garuda.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA (Emirsyah Satar), "ujarPelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK saat dikonfirmasi, Selasa (6/2).

Hadinoto menjabat Direktur Teknik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada 2007-2012. Saat ini ia adalah Direktur Produksi PT Citilink Indonesia. Ia pernah dimintai keterangan untuk Emir pada Maret 2017 lalu.

Selain Hadinoto, penyidik KPKL juga memanggil tiga pegawai PT Garuda Indonesia lainnya. Mereka adalah Rajendra Kartawiria, Reanindita, dan Capt. Agus Wahdujo.

Dalam perkara ini KPK telah menetapkan dua tersangka, yaitu penerima suap Emirsyah Satar dan pemberi suap Soetikno Soedarjo. Soetikno adalah Presiden Komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA), pengendali utama atau beneficial owner dari Connaught International Pte. Ltd.

Emir diduga menerima 1,2 juta Euro dan 180 ribu dolar AS atas pembelian pesawat jenis Airbus bermesin Rolls-Royce tersebut. Jika dikonversi ke dalam rupiah, suap tersebut senilai Rp 20 miliar.

Selain itu, ia juga masih menerima barang senilai 2 juta dolar AS atau setara Rp 26,76 miliar yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

Uang tersebut sebagai balas jasa atas pembelian pesawat pada periode 2005-2014, saat Emir menjadi Dirut Garuda. Uang diberikan oleh Rolls-Royce yang berbasis di Inggris lewat Connaught International di Singapura. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top