Bupati Kukar Rita Widyasari Diperiksa Untuk Perkara TPPU

publicanews - berita politik & hukumBupati nonaktif Kutai Kertanegara Rita Widyasari di Gedung KPK. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Rita Widyasari menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka untuk perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU). Bupati cantik ini diduga menyamarkan penerimaan gratifikasi dari sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Kukar.

"Yang bersangkutan diperiksa untuk kasus TPPU-nya," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (19/1).

KPK menduga Rita menyamarkan uang dari suap dan gratifikasi senilai Rp 436 miliar selama menjabat dengan membelanjakannya ke dalam berbagai bentuk aset. Menurut KPK, Rita melakukannya bersama-sama Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) Khairudin, orang kepercayaannya.

Pada 15-19 Januari 2018, penyidik KPK telah memeriksa 20 saksi di Polres Kutai Kartanegara. Sebelumnya KPK juga telah menyita sejumlah barang mewah milik Rita, seperti mobil mewah, tas bermerek terkenal (branded), hingga uang ratusan juta dari berbagai lokasi.

KPK Jerat Bupati Kukar Untuk Perkara TPPU

Sebelumnya KPK telah menjerat Rita dan Khairudin sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi bersama Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun alias Abun.

Untuk kasus yang pertama, Rita diduga menerima suap sebesar Rp 6 miliar dari Abun dalam peberbitan izin operasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit. Kebun berlokasi di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman.

Sedangkan untuk kasus dugaan gratifikasi, Rita bersama Khairudin diduga menerima uang sekitar Rp 6,97 miliar dari sejumlah proyek di Kabupaten Kukar. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top