Megakorupsi e-KTP

Tamsil Linrung Tidak Tahu Ada Bagi-bagi Uang

publicanews - berita politik & hukumTamsil Linrung seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jumat (12/1) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Anggota DPR Tamsil Linrung mengatakan, Badan Anggaran (Banggar) tidak mendengar ada masalah dalam pembahasan e-KTP di parlemen. Menurutnya, Banggar sekadar menyetujui dan mensahkan anggaran.

Banggar, ujar politisi partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, bertugas melakukan sinkronikasi setelah Komisi II dan Kementerian Dalam Negeri mengajukan anggaran proyek e-KTP.

"Kita, saya selaku pimpinan Banggar, hanya menanyakan kepada Komisi terkait dan menanyakan kepada Kementerian Keuangan apa ada masalah. Kalau ada, ya kita tidak menyetujui," ujar Tamsil seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (12/1).

Mantan Ketua Banggar (2009-2014) itu menambahkan, dalam pemeriksaan tadi penyidik mengonfirmasi tentang mekanisme pembahasan anggaran e-KTP. Tamsil mengaku tidak kenal Markus Nari, mantan anggota Komisi II yang diduga membantu memuluskan penambahan anggaran e-KTP pada 2013.

Sebagai pimpinan Banggar saat itu, kata Tamsil, ia menjelaskan mekanisme penugasan diantara mereka. Soal dugaan ada bagi-bagi uang e-KTP pada anggota dewan, ia mengaku tidak tahu.

"Enggak tahu. Apapun jawaban saya nanti, bisa percaya bisa tidak. Kan tidak ada pengaruhnya kepada teman-teman sekalian, tetapi itu tidak ada (menerima)," ia menegaskan.

Jaksa KPK dalam surat dakwaan untuk Irman dan Sugiharto menyebut Tamsil menerima Rp 700 juta. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top