Fredrich Minta Diperiksa Peradi Atas Dugaan Pelanggaran Etik

publicanews - berita politik & hukumKuasa hukum Fredrich Yunadi, Sapriyanto Refa, di Gedung KPK, Jumat (12/1) siang. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kuasa hukum Fredrich Yunadi, Sapriyanto Refa, meminta Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menggelar sidang dugaan pelanggaran etik kliennya. Hal ini menyusul penetapan Fredrich sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan mengalang-halangi proses penyidikan Setya Novanto.

Refa meminta KPK memberi ruang kepada Peradi untuk memeriksa kliennya.

"Kami yang ajukan ke Peradi. Kan kami belum melihat adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan (Fredrich), karena itu kami mau membuktikan ada atau tidak. Karena kalau pelanggaran hukum seperti itu pasti juga ada pelanggaran etik," ujar Refa, yang juga Wakil Ketua DPN Peradi, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (12/1).

Sedianya sidang pelanggaran kode etik tersebut akan dilakukan oleh Komisi Pengawas (Komwas) dan Dewan Kehormatan Peradi. Komwas akan melakukan pemeriksaan awal sebelum nantinya diteruskan ke Dewan Kehormatan Peradi.

"Kasih kami kesempatan dululah, kita kan sama-sama aparat penegak hukum. Saling menghargai juga proses yang berjalan. Beri kami kesempatan," kata Refa.

Menurutnya, penerapan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada Fredrich, merupakan persoalan serius

Apalagi KPK menyebut Fredrich memanipulasi data medis Novanto bersama dokter Bimanesh Sutarjo dari RS Medika Permata Hijau.

Hari ini Refa meminta KPK menunda pemeriksaan Fredrich sebagai tersangka sampai ada keputusan sidang etik yang akan diproses Komwas Peradi. Adapun dokter Bimanesh datang memenuhi panggilan penyidik. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top