Fredrich Absen, Dokter Bimanesh Penuhi Panggilan KPK

publicanews - berita politik & hukumBimanesh Sutarjo, dokter RS Medika Permata Hijau, memenuhi panggilan penyidik KPK, Jumat (12/1) pagi. (Foto: medcom)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sapriyanto Refa, kuasa hukum tersangka Fredrich Yunadi, mengonfirmasikan bahwa kliennya tidak dapat memenuhi panggilan KPK hari ini. Kemarin, ia telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada penyidik.

"Iya, hari enggak bisa hadir beliau. Kami membuat surat (kemarin). Kan surat ini dikabulkan atau enggak, kalau dikabulkan berati kan bisa ditunda (pemeriksaan), kalau enggak dikabulkan, bisa diagendakan (ulang). Ini kan baru agenda," kata Refa di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/1) pagi.

Fredrich, ia menambahkan, tidak menghindari proses hukum di KPK. Pengacara Setya Novanto tersebut ada di Jakarta. "Ada... ada. Enggak kemana-mana, pak Fredrich masih di Jakarta," ujarnya.

Fredrich adalah tersangka kasus dugaan menghalang-halangi atau merintangi penyelidikan kasus proyek e-KTP terhadap Novanto. KPK menduga Fredrich bersama dokter Bimanesh Sutarjo dari RS Medika Permata Hijau memanipulasi rekam medis Novanto pasca menabrak tiang listrik.

Jika Fredrich berhalangan, Bimanesh sudah tiba di Gedung KPK sejak pukul 09.15 WIB. Ia langsung masuk ke lobi tanpa komentar.

"Keduanya diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka," kata Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Kamis (11/1) malam, tim KPK usai menggeledah kantor firma hukum Yunadi and Associates dan rumah Bimanesh. Dari kantor Fredrich, KPK menyita handphone dan Compact Disk (CD). Lalu dari apartemen Bimanesh, penyidik mengamankan laptop dan stempel yang digunakan untuk pembuatan visum. (han)

Sebelumnya, KPK juga telah melakukan pencegahan Fredrich keluar negeri sejak 8 Desember 2017. Pencekalan ini berlaku hingga enam bulan ke depan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top