Eks KSAU Tolak Jawab Pertanyaan Penyidik KPK

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal (Purn) Agus Supriatna tidak mau menjawab pertanyaan penyidik saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi tadi siang.

"Info yang kami dapatkan dari penyidik, saksi tidak bersedia menjelaskan atau menguraikan peristiwa yang terjadi saat itu," ujar Febri di kantornya, Rabu (3/1).

Alasannya, kata Febri, saat peristiwa terjadi Agus masih menjabat KSAU atau prajurit TNI aktif. "Jadi ada hal yang sifatnya rahasia yang tak bisa disampaikan," Febri menambahkan.

Namun keterangan Agus akan tetap dituangkan dalam berita acara pemeriksaan. Selanjutnya, KPK bakal melakukan koordinasi dengan Puspom TNI.

Menurut Febri, kasus ini memang memiliki dua wilayah penanganan, yaitu UU korupsi KPK dan aturan hukum militer. Oleh karena itu harus dikordinasikan lebih lanjut.

"KPK sejauh ini berkoordinasi cukup baik dengam POM TNI dan kami juga percaya komitmen Panglima TNI yang baru untuk menuntaskan kasus ini," Febri menandaskan.

Seperti diketahui Agus dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Diratama Jaya Mandiri Irfan Kurnia Saleh. 

Sebelum proses lelang, Irfan sudah menandatangani kontrak dengan AW, produsen he‎likopter, dengan nilai 39,3 juta dolar AS atau sekitar Rp 514 miliar.

Namun saat ditunjuk sebagai pemenang lelang pada Juli 2016, Irfan mewakili PT Diratama Jaya Mandiri menyodorkan kontrak dengan TNI AU senilai Rp 738 miliar. Saat perjanjian kontrak itu berjalan, Agus masih menjabat KSAU. 

Dalam kasus ini keuangan negara merugi sekitar Rp 224 miliar. (han)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Arif K Wibisono @arifkwibisono05 Januari 2018 | 07:24:19

    Biarlah hakim yang memutuskan apakah pak mantan KSAU boleh menghindari pertanyaan hakim atau tidak. Sebab di depan hukum, semua warga berkedudukan sama.

Back to Top