Polisi: Tak Perlu Bentuk TGPF Kasus Novel Baswedan

publicanews - berita politik & hukumKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polisi menilai Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan belum diperlukan. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, ada kemajuan dalam proses penyelidikan yang dilakukan oleh polisi.

"Karena kami ada progres. Setiap hari, tiap minggu, kami analisa dan evaluasi," kata Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di kantornya, Selasa (7/11).

Dalam pengalaman, banyak TGPF telah dibentuk, tapi hasilnya nihil. Argo mencontohkan kasus Tragedi Trisakti, yang sampai sekarang polisi belum dapatkan pelaku penembakan.

"Kemudian ada kasus Munir, ada juga Cicak vs Buaya, itu sama. Menurut saya, kalau ada kasus lama belum terungkap, nanti masyarakat semua bisa meminta TGPF," Argo menambahkan.

Ia menegaskan, penyidik tidak berupaya menggantungkan kasus yang selama ini masih belum terungkap. "Ada progres di situ. Untuk pengungkapan kasus, ada yang cepat atau lambat," ujarnya.

Ia kembali mencontohkan kasus pengeboman KBRI di Paris pada 2004 yang sampai sekarang belum juga terungkap, padahal disertai alat bukti canggih.

Soal Novel, sejauh ini polisi sudah mengkonfrontasi para saksi yang melihat dugaan pelaku. Salah satunya sketsa wajah yang pernah dirilis Kapolri.

Namun polisi belum bisa menyimpulkan. "Kalau masyarakat ada info agar disampaikan ke polisi. Setelah selesai semua foto dan sketsa, pasti akan dirilis," kata Argo. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top