Terindikasi Pelanggaran Berat, Brigjen Aris Budiman Disidang Pekan Depan

publicanews - berita politik & hukumDirektur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman rencananya akan menjalani sidang Dewan Pertimbangan Pegawai pada pekan depan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, sidang tersebut untuk menguji dugaan pelanggaran berat yang dilakukan oleh Aris sebagai pegawai KPK.

"Indikasi awal yang ditemukan memang ada indikasi pelanggaran berat, tapi saya belum bisa menyampaikan indikasi pelanggaran berat itu terhadap siapa dan dalam konteks apa. Itu hasil dari proses pemeriksaan bulan lalu oleh bagian PI (Pengawas Internal)," kata Febri di kantornya, Kamis (12/10).

Prinsip dasar dari sidang tersebut, ujar Febri, yaitu melakukan pengujian dari fakta-fakta dan melihat apakah memang ada indikasi pelanggaran berat atau tidak.

Febri menambagkan, sidang akan di gelar beberapa hari. "Ada hukum acaranya, beberapa hari sesuai agenda persidangannya," katanya.

Pemberian sanksi dilakukan secara bejenjang sesuai dengan tingkat kesalahan. Bila terbukti melakukan pelanggaran berat, maka sanksi akan diberikan oleh pimpinan KPK dengan mempertimbangkan rekomendasi dari DPP.

Jika pelanggaran dianggap ringan, maka sanksinya akan diberikan oleh atasan langsung atau penasihat yang bersangkutan berdasarkan peraturan komisi.

Diketahui Aris pernah menghadiri Rapat Dengar Pendapat bersama Panitia Khusus Angket KPK di DPR. Kehadirannya itu tanpa izin pimpinan KPK.

Aris juga diketahui berseteru dengan penyidik senior KPK Novel Baswedan. Adanya pesan elektronik yang dikirimkan Novel kepada Aris berujung pelaporan ke polisi.

Pernyataan terdakwa keterangan palsu Miryam S. Haryani menambah daftar dugaan kesalahan Aris. Miryam menyebut ada pertemuan antara anggota Komisi III DPR dengan sejumlah penyidik KPK, Aris salah satunya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top