Gatot Brajamusti Bantah Cabul, Jaksa: Itu Urusan Terdakwa

publicanews - berita politik & hukumGatot Brajamusti dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Foto: Liputan6.com)
PUBLICANEWS, Jakarta - Guru spiritual artis Gatot Brajamusti menjalani sidang perdana kasus pencabulan anak di bawah umur di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Agenda sidang adalah pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Mantan Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) itu langsung menyatakan dakwaan tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.

Jaksa Penuntut Umum Hadiman mengatakan, sebelumnya terdakwa juga telah membantah ketika di BAP. "Mau dia mengakui, tidak mengakui, itu urusan terdakwa," ujar Hadiman di PN Jaksel, Kamis (12/10). "Kalau kita tetap pada dakwaan, dakwaan itu akumulasi dari berkas perkara," ia menegaskan.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Irwan dan hakim anggota Iswahyu Widodo serta Ahmad Guntur itu dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Sidang berlangsung tertutup itu.

Putri Gatot, Suci Patia, terlihat hadir dengan mengenakan baju abu-abu dan celana hitam.

Berkas Tiga Kasus Gatot Brajamusti Sudah Diterima Kejari Jaksel

Jaksa mendakwa Gatot melanggar Pasal 81 ayat 2 atau Pasal 81 ayat 1 UU Perlindungan Anak juncto 64 KUHP. Ancaman hukuman maksimalnya 15 tahun penjara.

Gatot terjerat sejumlah kasus, bermula saat ia digerebek di sebuah hotel di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Polisi menemukan pemilik padepokan Brajamusti itu tengah pesta sabu. Dalam pengembangannya, muncullah kasus-kasus lainnya.

Dari rumah Gatot di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, polisi mendapati dua senjata api, ratusan amunisi, dan hewan langka. Kemudian mantan muridnya di padepokan melaporkan dugaan pencabulan. Penyanyi Reza Artamevia juga turut melaporkan Gatot ke polisi atas tuduhan penipuan.

Pada kasus narkotika, Gatot telah dijatuhi vonis delapan tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan kurungan oleh Pengadilan Mataram. (m-01)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top