Anggota DPR Kena OTT Diduga Aditya Anugerah Moha

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. (Foto: kompas)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan membenarkan penangkapan oknum hakim Pengadilan Tinggi Sulut dan anggota DPR dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Penangkapan ini terkait dugaan suap kasus hukum di Sulawesi Utara (Sulut). "Sejumlah mata uang asing juga diamankan sebagai barang bukti di lokasi," kata Basaria Panjaitan kepada wartawan, Sabtu (7/10).

Ia belum bersedia memberi penjelasan detail mengenai oknum hakim dan anggota DPR itu. Dua diantaranya adalah Ketua Pengadilan Tinggi Sulut Sudiwardono dan seorang anggota DPR.

Menurut sumber, legislator yang diciduk merupakan kader Partai Golkar berinisial AAM.

"Benar (anggota DPR dari Fraksi Golkar). Itu dari daerah pemilihan Sulut," katanya.

Inisial AAM merujuk nama Aditya Anugerah Moha. Ia menadi anggota DPR periode 2014-2019.

Aditya, yang akrab dipanggil Didi, adalah putra mantan Bupati Bolaang Mongondow, Marliha Moha (2001-2011). Saat ini Didi duduk di Komisi XI - Keuangan, Perencanaan Pembangunan, Perbankan.

Terpisah Juru Bicara Mahkamah Agung Suhadi mengatakan belum mengetahui hakim yang terjaring OTT tersebut. Ia menjelaskan baru pertama kalinya oknum hakim Pengadilan Tinggi diciduk oleh KPK. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top