Suap Uji Materi di MK

Divonis Delapan Tahun, Patrialis Akbar: Ini Musibah dan Ujian

publicanews - berita politik & hukumPatrialis Akbar seusai sidang putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta. (Foto: Publicanews/Ilman)
PUBLICANEWS, Jakarta - Patrialis Akbar menegaskan, ia tidak akan memberikan penilaian terhadap majelis hakim yang menjatuhkan vonis delapan tahun penjara. Menurutnya, tidak etis menilai hakim.

Selama persidangan, ujar Patrialis, ia telah melakukan pembelaan dengan berbagai argumentasi yang sesuai dengan fakta persidangan, dan meyakinkan dirinya tidak bersalah.

"Perlu diingat, akhirnya putusan hakim menyatakan saya hanya terbukti menerima sebesar 10 ribu dolar AS dan sekitar Rp 4 Juta," kata Patrialis seusai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (4/9).

Ia menambahkan, apa yang menimpanya saat ini merupakan sebuah musibah sekaligus ujian. Tidak ada yang mengetahui apa yang akan dihadapi oleh seorang manusia di dalam hidupnya.

"Insya Allah, musibah ini masih bisa saya hadapi," kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Patrialis Akbar Divonis 8 Tahun Penjara

Menurut Patrialis, saat ini ia dan kuasa hukumnya masih belum menentukan apakah akan mengajukan banding atau tidak. Masih ada waktu sepekan untuk berpikir.

Di dalam putusannya Hakim menyatakan bahwa Patrialis terbukti melanggar Pasal 12 huruf c jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Patrialis dihukum delapan tahun penjara serta diwajibkan membayar denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. (m-01)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top