LBH Masyarakat Kecam Rencana Eksekusi Mati Jilid IV

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi penolakan hukuman mati. (Foto: Tempo.co)
PUBLICANEWS, Jakarta - Jaksa Agung M Prasetyo mengatakan tengah mempersiapkan eksekusi mati jilid 4 terhadap 12 terpidana narkoba. Rencana ini menuai kecaman dari LBH Masyarakat.

"Eksekusi mati tidak lebih menjadi kosmetik untuk menutupi buruknya performa Kejaksaan Agung dalam penegakan hukum dan hak asasi manusia,” kata Direktur LBH Masyarakat Ricky Gunawan dalam rilis yang diterima Publicanews, Sabtu (26/8).

Mengutip Ombudsman Republik Indonesia, Ricky mengatakan Kejagung telah melakukan beberapa pelanggaran hukum terkait eksekusi mati jilid III April 2016. Ombudsman bahkan meminta Kejagung melakukan sejumlah perbaikan terkait tata cara eksekusi.

“Bukannya membenahi diri pasca rekomendasi Ombudsman, Jaksa Agung justru mengesampingkan evaluasi Ombudsman dengan meneruskan rencana eksekusi mati. Institusi penegakan hukum seperti Kejaksaan Agung tidak bisa diserahkan kepemimpinannya kepada figur yang abai terhadap norma hukum,” Ricky menambahkan.

“Belum lagi, Jaksa Agung meminta fatwa hukum kepada Mahkamah Agung terkait dengan putusan Mahkamah Konstitusi, untuk memuluskan langkahnya melakukan eksekusi mati. Hal ini justru menunjukkan sesat pikir yang fatal dan Jaksa Agung tidak memiliki pengetahuan mendasar mengenai tata hukum Indonesia,” Ricky menegaskan.

Atas dasar itu LBH mendesak Kejagung untuk menghentikan segala rencana eksekusi mati jilid 4. Eksekusi mati tidak pernah terbukti berhasil menurunkan angka kejahatan apapun, termasuk tindak pidana narkotika. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top