Ada Nama Nasaruddin Umar dalam Dakwaan Ketua AMPG

publicanews - berita politik & hukumFahd El Fouz dalam sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Dirjen Bimbingan Masyakat Islam Kementerian Agama Nasaruddin Umar disebutkan dalam surat dakwaan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Fahd El Fouz bin A Rafiq. Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK Lie Putra Setiawan mengatakan, Fahd pernah melobi Nasaruddin untuk memuluskan proyek pengadaan Alquran.

Selain kepada Nasaruddin, putra pedangdut A Rafiq itu juga menghubungi politisi Senayan. Fahd melakukan hal itu bersama mantan anggota DPR dari Fraksi Golkar Zulkarnaen Djabar dan anaknya Dendy Prasetia. Fahd bertindak sebagai broker.

Mereka menyebut proyek pengadaan Alquran dan laboratorium untuk Madrasah Tsanawiyah di Kemenag sebagai 'milik Senayan' atau 'karena kebaikan Senayan.'

Jaksa mengatakan, terdakwa Fahd meminta proyek pengadaan Alquran senilai Rp 22,8 miliar itu harus dimenangkan oleh perusahaan yang mereka bawa.

Di hadapan Nasaruddin, yang kini menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal, Fadh dan Dendy menyambungkan telepon ke Zulkarnaen. Dalam pembicaraan, anggota Banggar DPR itu meminta agar pemenang tendernya adalah PT Adhi Aksara Abadi Indonesia.

Nasaruddin Umar kemudian menyarankan agar menghubungi Ketua ULP Dirjen Bimas Islam Mashuri. "Nasaruddin Umar meminta terdakwa untuk menemui langsung Mashuri," kata Jaksa Lie di Pangadilan Tipikor Jakarta, Kamis (13/7).

Dua proyek lain di Kemenag yang mereka garap adalah pengadaan laboratorium komputer MTs tahun anggaran 2011 bernilai 31,2 miliar dan penggandaan Alquran tahun anggaran 2012 bernilai Rp 50 miliar.

"Terdakwa bersama Zulkarnaen dan Dendy mengenakan fee sebesar 15 persen kepada perusahaan yang dijadikan pemenang," Jaksa Lie menjelaskan.

Dari ketiga proyek tersebut, terdakwa Fahd memperoleh bagian Rp 3.411.000.000. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top