Potret Lokasi Judi, Mobil Jurnalis di Serdang Dibakar

publicanews - berita politik & hukumWartawan televisi Pujianto memperlihatkan mobilnya yang dibakar oleh OTK di Dusun Tiga Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut, (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Serdang Bedagai - Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) Sumatera mendesak polisi mengusut tuntas kasus pembakaran mobil jurnalis televisi Pujianto di Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Pembakaran oleh orang tak dikenal (OTK) itu diduga berkaitan dengan kerja jurnalistik.

"Teror yang dilakukan oleh pihak yang tidak berkanggung jawab ini ada kaitannya dengan tugas jurnalistik yang sedang dijalankan Pujianto," kata Ketua IJTI Sumut Budiman Amin Tanjung, Rabu (2/6).

Ia meminta polisi segera menanggapi serius aksi teror yang kerap terjadi terhadap wartawan, baik saat peliputan di lapangan maupun dalam bentuk lain. "Agar para pelaku dapat tertangkap, sehingga mampu memberi efek jera bagi siapa saja pihak-pihak yang berniat menghalang-halagi tugas jurnalistik," ia menambahkan.

Mobil Mitsubishi Kuda BK 1774 YP milik Pujianto dibakar OTK pada Minggu (30/5). Saat kejadian, mobil terparkir di teras rumahnya di Dusun Tiga Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Menurut Pujianto, ia tidak pernah bentrok dengan siapapun. Namun, Sabtu sore lalu, sehari sebelum kejadian, ia mengambil foto sebuah lokasi perjudian. Ia menilai pembakaran tersebut sebagai upaya percobaan pembunuhan.

Jika saja api yang membakar mobil menyambar ke dinding rumah, otomatis Pujianto, istri dan ketiga anaknya akan menjadi korban. "Di dalam rumah saat kejadian ada istri dan ketiga anak saya," katanya

Peristiwa yang baru pertama kali terjadi di daerah tersebut juga membuat khawatir warga. Mereka berharap polisi segera menangkap para pelaku dan membongkar motif pembakaran. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Gotiz @Gotiz02 Juni 2021 | 16:01:24

    Mdh2xan segera polisi mennangkap siapa pelakunya. Apa lagi ini dikarenakan kerja seorang wartawan yg lagi melaksnakan tugas nya sebagai pawarta.

    Jangan di intimidasi, biarkan para kulu tinta bekerja dg profesional.

Back to Top