Peras Lima Kades di Banyumas, Ketua LSM Antikorupsi Terancam 9 Tahun

publicanews - berita politik & hukumSejumlah anggota Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Banyumas mendatangi Mapolresta Banyumas, meminta polisi mengusut tuntas kasus dugaan pemerasaan. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Banyumas - Ketua lembaga swadaya masyarakat (LSM) antikorupsi SB (57) menjadi tersangka kasus dugaan pemerasan terhadap lima kepala desa (kades) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. SB memeras kelimanya total Rp 375 juta.

"Setelah menjalani pemeriksaan, tersangka sudah ditahan di Mapolresta Banyumas sejak dini hari tadi," kata Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Berry di kantornya, Selasa (18/5).

Kasus tersebut terbongkar setelah kelima kades yang menjadi korban melaporkan ke Polresta Banyumas. Ada yang dimintai Rp 65 juta hingga Rp 100 juta.

SB seolah-olah melakukan audit keuangan dan menemukan dugaan penyimpangan APBDes."Tersangka kemudian menakut-nakuti para kades dengan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum," ujar Berry.

Polisi menjerat tersangka SB dengan Pasal 368 KUHP subsider 369 KUHP subsider 335 KUHP dengan ancaman sembilan tahun penjara.

Kasus tersebut mengundang perhatian anggota Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) se-Kabupaten Banyumas. Mereka mendatangi Mapolresta Banyumas, Kamis (29/4), untuk meminta polisi mengusut tuntas kasus dugaan pemerasaan tersebut. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top