Kriminalitas Surabaya

Jadi Tersangka, Majikan Kasih Makan Tahi Kucing ke ART

publicanews - berita politik & hukumWakil Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno menemui EAS yang dianiaya majikan. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Surabaya - Polrestabes Surabaya menetapkan majikan EAS (45) sebagai tersangka penganiayaan. EAS (45) adalah asisten rumah tangga (ART) di salah satu keluarga yang tinggal di Manyar, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Selain mengalami penganiayaan, EAS juga oleh majikan dikirim ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos), Keputih, Surabaya. ART asal Jombang itu bahkan pernah dipaksa makan tahi atau kotoran kucing.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian dalam waktu dekat akan melayangkan surat panggilan sebagai tersangka kepada majikan EAS.

"Dalam pemeriksaan masih mengelak (pernah memberi makan tahi kucing)," ujar Oki kepada wartawan, Senin (17/5). Oki belum menjabarkan identitas majikan EAS.

EAS masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara, Surabaya. "Masih dirawat tapi kondisinya sudah berangsur membaik," katanya.

Punggung EAS penuh luka lebam. Tulang punggung sebelah kanan masih dalam pengobatan. EAS mengaku dipukuli sang majikan empat bulan lalu dan pernah dipaksa makan tahi kucing setelah ditegur karena belum sempat membuang kotoran kucing peliharaan majikannya.

"Majikan saya bilang, itu ada kotoran kucing kok enggak dibuang. Terus saya bilang, iya nanti saya buang. Terus dia bilang lagi, enggak usah nanti buat makan kamu. Saya pikir itu bercanda, ternyata beneran, saya dikasih makan sama kotoran kucing," EAS bercerita.

Kasus itu menyita perhatian anggota DPRD Surabaya. Wakil Komisi B Anas Karno menjanjikan akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah17 Mei 2021 | 19:40:27

    Ada ya orang kayak gini mentalnya? Waktu bayi dikasih makan apa waktu dia bayi? 🥶

Back to Top