Bentrok Antar Aparat di Kafe, IPW Desak Polri Usut Tuntas

publicanews - berita politik & hukumBharatu Yohanes Samuel Biet sopir Kabaintelkam Polri dinyatakan tewas. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Belum tuntas kasus anggota TNI tewas ditembak oknum polisi di sebuah kafe di Cengkareng Jakarta Barat, kemarin kembali terjadi keributan. Peristiwa terjadi di MY Bar, Jakarta Selatan, yang menyebabkan anggota Brimob tewas dan seorang personel Kopassus terluka.

Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Polda Metro Jaya segera mengungkapkan secara transparan kasus tersebut. "Apa sebenarnya yang terjadi agar kasus ini tidak menjadi teror baru bagi warga Jakarta," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam rilisnya, Senin (19/4).

Neta menyebut setidaknya ada empat pertanyaan yang muncul dari kasus tersebur. Yakni, benarkah kasus itu berlatarbelakang keributan antaroknum aparatur keamanan.

Benarkah lima dari ketujuh pelaku sudah ditangkap dan yang menangkap adalah aparat militer? Benarkah korban tewas adalah supir Kabaintelkam Komjen Paulus Waterpau? Benarkah keributan terjadi saat mereka berada di MY Bar dan berlanjut di luar bar.

"Padahal Kapolri Sigit sudah melarang anggota Polri bergentayangan di tempat hiburan malam pasca ditembaknya anggota TNI oleh oknum polisi di sebuah kafe di Cengkareng," Neta mengingatkan.

Informasi yang diperoleh IPW, lima dari tujuh pelaku sudah tertangkap, yakni RMS, PW, MI, MS dan HW. Sedangkan dua lagi masih buron.

Polda Metro Jaya perlu menjelaskan, apakah para pelaku bagian dari oknum aparatur keamanan atau bukan. Aksi pengeroyokan itu sendiri sempat viral di media sosial yang diambil dari sebuah rekaman video CCTV.

Anggota TNI-AD dan Brimob Kelapa Dua itu ditemukan terkapar di dekat trotoae MY Bar Jalan Falatehan I No 16, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Minggu (18/4) sekitar pukul 05.30 WIB.

Bharatu Yohanes Samuel Biet, personel Rantis Sat Men 3 Pelopor Kelapa Dua, supir Kabaintelkam Polri Komjen Paulus Waterpau, tewas saat dibawa ke RSPP Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Adapun Sersan Dua Donatus Boyau, anggota Grup-3 Kopassus, menderita luka. Saat ini korban dirawat di RSPAD Gatot Subroto.

Dalam peristiwa itu ada dua saksi, yakni PNS Kementerian Maritim DS yang tinggal di Apartemen Kalibata. Kemudian EM, mahasiswi STPI, yang juga beralamat di Apartemen Kalibata.

Sejumlah saksi mata menyebutkan, keributan terjadi pukul 05.30 WIB, tapi kedua saksi menemukan korban Bharatu Yohanes tergeletak di trotoar Jl Faletehan pukul 07.30 WIB. Saksi lalu membawa korban ke RSPP menggunakan taksi.

Hasil pemeriksaan oleh polisi, ditemukan luka tusuk lengan kanan tembus dan luka robek paha kaki sebelah kanan. Barang bukti yang diambil polisi dari korban adalah celana jeans biru, kemeja kotak-kotak, kaus abu-abu, kaus warna biru, sepatu Nike, topi Adidas, gasper warna hitam, kaos kaki abu-abu, handsanitizer, uang Rp 10 ribu 4 lembar, dan uang Rp 5 ribu 2 lembar.

"Jika kasus ini berawal dari tempat hiburan malam, tentunya jadi pertanyaan kenapa tempat hiburan malam masih saja dibiarkan buka hingga pagi hari," kata Neta. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top