Kriminalitas Palembang

Penganiaya Perawat RS Siloam Jadi Tersangka

publicanews - berita politik & hukumPrawat RS Siloam Palembang dianiaya oleh pria keluarga pasien di RS Siloam Palembang. (Foto: Instagram/@trendingbuzz.id)
PUBLICANEWS, Palembang - Polisi menetapkan Jason Tjakrawinata (38) sebagai tersangka kasus penganiayaan perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang, Christina Ramauli Simatupang (28).

Insiden penganiayaan itu terjadi pada Kamis (15/4) di ruangan IPD 6 Kamar 6026 RS Siloam Palembang.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra mengatakan, setelah laporan polisi dari korban masuk, Polrestabes langsung mendatangi RS Siloam dan mengambil keterangan dari dua orang saksi.

"Lalu kita menerjunkan tim Satreskrim Polrestabes Palembang ke kediaman pelaku. Saudara Jason ada di rumah, dan mungkin saudara Jason sudah tahu akan dijemput pihak kepolisian dan langsung kita eksekusi," ujar Irvan dalam gelar perkara kasus, Sabtu (17/4).

Dalam pemeriksaan, polisi menyimpulkan benar bahwa Jason melakukan penganiayaan. "Karena kasusnya sudah viral maka kita langsung gelar perkara dan menetapkan saudara Jason sebagai tersangka," ujarnya.

Tersangka mengaku emosi tak terbendung. Saat itu ia lelah sudah empat hari menjaga anaknya di rumah sakit tersebut. "Ia emosi melihat tangan anaknya yang terluka usai di cabut infusnya oleh korban," kata Ivan.

Tersangka dijerat Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. Selain penganiayaan, Jason juga dijerat kasus pengerusakan.

"Karena ada laporan dari korban lainnya yang ponselnya rusak oleh tersangka, maka tersangka juga kita jerat dengan pasal sesuai dengan tindak pidana pengerusakan," ujar Irvan.

Jason sendiri mengakui perbuatannya dan menyesal. Ia meminta maaf pada perawat Christina dan keluarga, serta RS Siloam.

"Saya mengakui saya sudah melakukan tindakan itu (penganiayaan) yang kurang baik," ujar Jason. (han)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. de'fara @shahiaFM18 April 2021 | 19:33:32

    Nasi sudah menjadi bubur, jalur hukum berjalan, itulah nantinya menjadi hadiahnya kalo tidak bisa menahan emosi.

Back to Top