Kejati Banten Tetapkan Tersangka Penyunat Dana Hibah Ponpes Rp 117 M

publicanews - berita politik & hukumTersangka ES diamankan ke kendaraan tahanan Kejati Banten. (Foto: Iinstagram/kejati_banten)
PUBLICANEWS, Banten - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten telah menetapkan tersangka penyunat dana hibah pondok pesantren (ponpes) tahun 2020 senilai Rp 117 miliar. Tersangka ES (36) telah dijeblokskan di Rutan Klas IIB Serang, Banten.

"Perannya memotong, tapi memang mengakui dengan alat bukti yang cukup memotong," kata Kepala Kejati Banten Asep Nana Mulyanan, Jumat (16/4).

Menurut Asep, tersangka baru satu orang yaitu ES yang merupakan pihak swasta. "Sementara ini kami dalami lagi, untuk mencari lagi siapa yang bisa kita mintai pertanggung jawaban secara pidana. Kami juga sudah meminta keterangan ponpes," ujarnya.

Kejati telah meminta keterangan kepada puluhan pimpinan dari ribuan pondok pesantren penerima dana hibah. Kasus ini mencuat setelah adanya laporan Gubernur Banten Wahidin Halim dan masyarakat atas dugaan korupsi dana hibah ponpes.

Korupsi dana hibah tidak hanya terjadi pada 2020 tetapi juga 2018 dan 2019.

Penetapan ES setelah penyidik menemukan dua alat bukti dan melakukan pemeriksaan terhadap 21 penerima dana bantuan. Modus yang digunakan tersangka seperti memberikan bantuan kepada pondok pesantren fiktif.

"Modus kedua, penyaluran (bantuan) lewat rekening tapi begitu sudah sampai cair masuk ke rekening pondok tapi diminta kembali, untuk di potong," kata Asep.

ES diduga telah melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top