Kriminalitas Sukoharjo

Jaksa Siap Eksekusi Mati Tukang Pijat Pembunuh 7 Orang

publicanews - berita politik & hukumYulianto dalam sidang di PN Sukohardjo, Jawa Tengah, 2011. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tukang pijit asal Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Yulianto tetap divonis hukuman mati dalam amar putusan Mahkamah Agung (MA). Putusan tersebut menolak peninjauan kembali (PK).

Kepala Kejari Sukoharjo Tatang Agus Volleyantono mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung. Sebagai jaksa penuntut umum ia siap untuk menjalankan tugas melakukan eksekusi terhadap terpidana. "Belum bisa mengatakan kapan dilaksanakan, tapi mengarah ke situ dan pastinya akan kita siapkan," ujar Tatang kepada wartawan, Kamis (15/4).

Yulianto saat ini berada di Lapas Nusakambangan. Tatang belum mengetahui rencana terdakwa apakah akan mengajukan grasi atau pengampunan dari presiden. Ia siap mengakomodasi.

Dikutip dari website MA, ketua majelis Sri Murwahyuni dengan anggota Eddy Army dan Gazalba Saleh menolak PK terdakwa. Yulianto terbukti membunuh korban Sugiyo di rumahnya, jasadnya kemudian dimakamkan di dekat kandang sapi pada 2005.

Yulianto juga membunuh korban Suhardi di Gua Cermai Bantul, Yogyakarta, yang jasadnya dikubur di Gua Cermai. Terdakwa juga membunuh Kopda Santoso yang jenazahnya dikuburkan di dapur milik pada 2011.

Kasus pembunuhan Kopda ini kemudian berhasil diungkap kepolisian. Dalam penyidikan polisi menemukan kasus pembunuhan berantai yang dilakukan terdakwa.

Yulianto yang dikenal tetangganya sebagai peternak kambing dan sapi itu dengan mudahnya menghabisi nyawa korban hanya karena masalah sepele. Pria ini mudah tersinggung, dan jika tersinggung ia tak segan menghabisi nyawa korbannya.

Tidak hanya kepada tiga korban, pria kelahiran 1973 itu juga terbukti membunuh empat orang lainnya. Jasad keempatnya dibuang ke Gunung Merapi dan gua di Parangtritis. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top