Viral Petugas Damkar Depok Ungkap Dugaan Korupsi Sepatu

publicanews - berita politik & hukumSepatu PDL Petugas Pemadam Kebakaran Kota Depok yang diduga tidak sesuai standar. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Depok - Polres Metro Depok turun tangan menyusul viral pengakuan petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Depok yang mengungkap dugaan korupsi pengadaan sepatu. Kadis Damkar Depok Gandara dipanggil untuk diklarifikasi pada Selasa (13/4) ini.

"Beliau diundang klarifikasi. Itu masih kita dalami artinya saya konfirmasi kembali kalau untuk beliau datang ke sini memang diundang ke sini, terkait hal apa, belum tahu soal apa," ujar Kasubbag Humas Polres Metro Depok AKP Ely siang ini.

Pihak Damkar Depok memberi klarifikasi kepada media bahwa tuduhan yang dilontarkan staf bernama Sandi tersebut tidak benar. Gandara menegaskan, pengadaan perlengkapan damkar sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dugaan adanya korupsi berawal dari aksi demo Sandi di Balaikota Depok. Ia membentangkan poster bertuliskan 'Bapak Kemendagri tolong, untuk tindak tegas pejabat di dinas pemadam kebakaran Depok. Kita dituntut kerja 100 persen, tapi peralatan di lapangan pembeliannya tidak 10 persen, banyak digelapkan!!!'.

Foto diri yang membentang poster protes tersebut kemudian diunggah di media sosial dan menyita perhatian warganet. Ia menyebutkan dugaan korupsi, antara lain, insentif sebesar Rp 1,7 juta, tapi yang diterima hanya Rp 850 ribu.

Kemudian pengadaan sepatu PDL yang dibeli oleh Dinas Damkar Depok pada 2018 sebesar Rp 850 ribu per pasang. "No safety harga Rp 850 ribu, survei di lapangan harganya sudah ada bukti," katanya.

Ia menunjukkan data pengadaan sepatu oleh Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok pada 2018. Anggaran pembelian 235 pasang sepatu PDL dengan total pagu anggaran Rp 199,75 juta.

Menurutnya, sepatu tidak sesuai standar. Ia mencontohkan tidak ada unsur besi dalam sepatu sehingga tidak memberi keamanan dan keselamatan petugas ketika harus berjibaku di lokasi kebakaran.

Sandi mengatakan pernah kejadian seorang petugas mengalami luka terkena beling karena sepatu ternyata tembus benda tajam tidak sesuai ketentuan keselamatan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top