Polri Luruskan Terduga Teroris FA Bukan Pengurus PP Muhamadiyah

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Polri menjelaskan terduga teroris FA yang ditangkap di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, bukanlah pengurus PP Muhammadiyah. Pria asal Kampung Suryowijaya RT 28, RW 6, Gendongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogyakarta itu adalah anggota Jamaah Islamiyah.

"FA merupakan anggota organisasi Jamaah Islamiyah (JI) Yogyakarta," kata Kadiv Humas Polri Argo Yuwono dalam rilisnya, Sabtu (10/4).

Menurut Argo, FA menjadi bagian pengurus organisasi keagamaan di Tanah Air diduga bertujuan untuk melakukan adu domba. "Memang strategi JI adalah membenturkan pemerintah dengan organisasi agama yang ada agar terjadi konflik," ujarnya.

Hasil penyidikan Densus, FA memiliki peran cukup vital. Ia orang yang melakukan doktrinisasi terhadap kelompoknya.

"Dan melakukan I’dad atau pelatihan militer dan mendaki Gunung Lawu yang merupakan salah satu tahapan persiapan dalam aktivitas terorisme kelompok ini," Argo menjelaskan.

Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap FA di Bandara Soekarno-Hatta pasa Kamis (8/4), setelah ia pulang dari Turki bersama istrinya DM. Polisi menduga FA ke Turki untuk membangun komunikasi dan jaringan global dengan tokoh-tokoh Al Qaeda.

Saat menggeledah rumahnya di Yogyakarta, FA tidak di rumah. Menurut istrinya, DW, suaminya merupakan pengurus PP Muhammadiyah cabang Mantrijeron, juga sebagai guru ngaji, penulis buku, serta berdakwah. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top