Polisi Tangkap Lagi 3 Mafia Tanah Jalan Bungur

publicanews - berita politik & hukumPolisi menangkap preman-preman yang menguasai lahan di Jalan Bungur, Kemayoran, Jakpus. (Foto: pmjnews.com)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polisi kembali menangkap tiga orang yang terlibat dalam mafia tanah di Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat. Dua tersangka adalah pemberi dana untuk mengurusi tanah sengketa tersebut.

"Sudah kita amankan berdasarkan pengembangan dari 9 tersangka sebelumnya," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan di kantornya, Kamis (8/4).

Adapun sembilan tersangka yang tertangkap lebih dulu yakni delapan preman HK, EG, RK, MH, YB, WH, AS, dan LR serta oknum pengacara AD.

"Usai pengembangan, tersangka yang diamankan sesudahnya adalah MY, D dan E," ujarnya.

Persoalan mafia tanah ini muncul ketika tersangka MY memberikan kuasa kepada tersangka AD untuk menguasai lahan sengketa di Jalan Bungur Besar Raya No 50 Kelurahan Bungur, Kemayoran, itu.

E kemudian memberikan dana operasional kepada AD melalui D. Oleh AD, sebagaian dana digunakan menyewa dua kelompok preman. Para preman memasang pagar di lokasi tersebut.

Keberadaan pagar membuat warga setempat terganggu karena sebagiannya menutup akses jalan utama. "Satu hari mereka menggelontorkan dana Rp 1,5 juta untuk operasional dari orang-orang tersebut per kelompok," Hengky menjelaskan.

Para preman ini kemudian memaksa warga Bungur Besar untuk mengosongkan tempat tinggalnya yang diduga berdiri di atas tanah bersengketa.

Hengky menilai warga Bungur resah dengan kedatangan beberapa preman, sehingga Polres Metro Jakarta Pusat menindak aksi premanismenya, bukan legalitas lahan.

"Kalau mengenai keabsahan legalitas dari tanah tersebut, kami tidak masuk ke ranah tersebut. Sekali lagi kami melakukan penindakan aksi premanisme ataupun perbuatan yang diduga melanggar UU dan peraturan yang berlaku Para pelaku dikenakan pasal 335 KUHP," ia menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top