Saksi Sebut Kombes Achmad Yani Terlibat Kekerasan Terhadap Wartawan Tempo

publicanews - berita politik & hukumMantan Karorena Polda Jatim, Kombes Pol Ahmad Yani (Foto: jatimnow)
PUBLICANEWS, Surabaya - Mantan Karo Perencanaan Polda Jatim Kombes Achmad Yani dan personel polisi Heru disebut-sebut terlibat tindak kekerasan terhadap wartawan Tempo Nurhadi. Hal itu terungkap berdasar keterangan saksi kunci dan korban Nurhadi kepada penyelidik Mapolda Jatim.

Pengacara Nurhadi, Fatkhul Khoir, mengatakan kedua oknum tersebut diduga bersama tiga orang lainnya terlibat penganiayaan.

"Pada saat terjadi penyekapan Nurhadi di gudang belakang Gedung Samudra Bumimoro, si Yani itu muncul, melihat dari balik gang, sekitar lima menit. Saksi kunci sangat yakin dia itu Yani," ujar Fatkhul dalam keterangannya, Minggu (4/4).

Koordinator Advokasi Aliansi Anti Kekerasan Jurnalis itu menegaskan, sebagai anggota polisi Achmad Yani seharusnya mencegah. Atas kesaksian tersebut diduga Achmad Yani memang sengaja melakukan pembiaran kekerasan.

Wartawan Tempo Dianiaya di Pernikahan Anak Pejabat Pajak yang Disidik KPK

Menurut Fakhtul, Achmad Yani adalah bapak asuh dua terduga pelaku penganiayaan lainnya, yakni Firman dan Purwanto. Keduanya terlihat intens melakukan komunikasi dan mengirimkan foto-foto ke Achmad Yani ketika Nurhadi disekap hingga dipulangkan.

"Saat Nurhadi dipulangkan, difoto, katanya untuk laporan ke bapak. Dan ini harus dicari. Kami meminta polisi untuk mencari unsur sejauh mana keterlibatan Achmad Yani," Fatkhul menambahkan.

Sementara Heru, Fakhtul menduga melakukan kekerasan dan pemuukulan kepada Nurhadi. Bahkan keduanya sempat memgancam hendak memukul kepala Nurhadi dengan pipa besi, serta melakukan kekerasan verbal lainnya.

"Dia juga menakut-nakuti Nurhadi dengan membawa besi, ditaruh di atas kepala Nurhadi, walaupun tidak sampai memukul tapi itu bentuk tindakan intimidatif," ia menjelaskan.

Fatkhul belum mengetahui Heru anggota polisi dari kesatuan mana. Menurutnya, sudah ada lima orang yang diduga kuat terlibat penganiayaan jurnalis Nurhadi, yaitu Firman, Purwanto, Heru, Achmad Yani, dan menantu Angin Prayitno Aji.

Dewan Pers Kutuk Kekerasan Terhadap Wartawan Tempo di Surabaya

Penyelidik akan memanggil Pimred Tempo Wahyu Dhyatmika, Pimred tempo.co Setri Yasra, serta redaktur desk hukum Majalah Tempo Mustafa Silalahi dan Linda Trianita pada Selasa besok. Penyidik juga menjadwalkan memanggil Dewan Pers.

Menurut Wahyu, Tempo siap menjelaskan seputar kasus Nurhadi pada penyidik. “Kami siap memberikan keterangan,” katanya, kemarin.

Nurhadi mendapat tindak penganiayaan saat menjalankan tugas jurnalistik melakukan konfirmasi kepada eks Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu Angin Prayitno Aji. Wartawan yang sudah bekerja 6 tahun di Majalah Tempo itu mencoba menemui Angin saat pernikahan anaknya dengan anak Achmad Yani di Gedung Samudra Bumimoro, Krembangan, Surabaya, Sabtu (27/3).

Nurhadi sempat mengambil gambar pasangan pengantin di pelaminan. Tapi ia kemudian diamankan petugas dan mengalami penganiayaan termasuk penghapusan data ponsel.

Nurhadi selain dianiaya sempat akan dibawa ke Pelabuhan Tanjung Perak, sebelum disekap di hotel dan pulangkan. Nurhadi sempat disodori 'uang damai' tetapi ia menolak. (feh)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. Iis_osya @iis_osya06 April 2021 | 06:10:40

    Ini perbuatan oknum aparat hukum yg sangat tdk pantas dg profesinya. Harus diberi hukum yg setimpal. Agar bisa menjalankan profesi masing masing sesuai bidangnya. Tidak arogan dan semena-mena terhadap profesi lainnya.

  2. Anak Gaul @gakasikah05 April 2021 | 12:46:58

    Aparat hukum seperti ini harus diambil tindakan hukum. Jangan pakai hukum rimba bosss.

Back to Top