Densus Bekuk Penjual Bakmi Beserta Busur Panah di Yogya

publicanews - berita politik & hukumSuasana rumah terduga teroris DS (38) saat didatangi wartawan di Padukuhan Jombor RT 6, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Bantul, Minggu (4/3). (Foto:krjogja)
PUBLICANEWS, Bantul - Tim Densus meringkus penjual bakmi DS (38) saat sedang sarapan bersama istrinya FT dan anak-anaknya di Jomboran, Gilangharjo, Bantul, Yogyakarta, Minggu (4/4) pagi.

Kepala Dukuh Jomboran Juli Riyadi mengatakan, DS dibawa anggota Polda DIY. Ada beberapa barang miliknya ikut dibawa. "Di antaranya ada busur panah dan belati dari rumah pelaku," ujar Juli saat dikonfirmasi wartawan.

Penangkapan DS melibatkan 30 personel. Menurutnya, DS dikenal sebagai warga yang baik. "DS suka membantu warga dan tidak tertutup. Dia warga sini, bukan pendatang," kata Juli.

Tim Densus juga menggeledah rumah DS disaksikan sang istri. Sementara kedua anaknya diungsikan ke kerabat.

"Kesehariannya dia (DS) berjualan bakmi Jawa," Juli menjelaskan.

DS diduga memberikan dana kepada jaringan teroris melalui organisasi yang diikutinya. Selain busur dan panah, polisi juga mengamankan buku, laptop, ponsel, rekening tabungan, kartu ATM, flashdisk, dan Sirah Nabawwiyah.

Istrinya FT mengatakan tidak ada barang-barang yang mengarah pada bahan peledak maupun senapan. Ia justru mengkhawatirkan kesehatan suami.

"Kemarin itu dia diperiksa, katanya asam lambung, sakitnya sekitar Desember 2020 lalu," FT menambahkan.

Densus 88 menangkap dua warga Bantul di dua lokasi dan waktu berbeda yakni Jumat (2/4) dan Sabtu (3/4). Total ada 3 orang tertangkap di wilayah hukum Polda DIY. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top