Polda Jatim Jaga Tiga Gereja eks Target Teroris di Surabaya

publicanews - berita politik & hukumPetugas sejumlah sepeda sesaat setelah terjadi ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Surabaya pada 2018.. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Surabaya - Polda Jatim meningkatkan pengamanan terhadap tiga gereja yang pernah menjadi target serangan teroris di Surabaya pada 2018 lalu. Ketiganya yakni GKI di Jalan Diponegoro, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, dan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan polisi menjamin keamanan bagi para jemaat saat persyaan paskah.

"Kami meningkatkan kegiatan patroli ke tempat-tempat ibadah. Sudah diinstruksikan oleh Pak Kapolda untuk memperketat penjagaan. Lalu menginformasikan kepada anggota tetap waspada," ujar Gatot kepada wartawan di kantornya, Rabu (31/3).

Selain peningkatan keamanan di tiga titik di Surabaya, Polda Jatim juga menerjunkan personel untuk membantu pengamanan tempat ibadah di Malang. Polisi menempatkan masing-masing 10 personel secara terbuka maupun tertutup.

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta meminta markas-markas kepolisian dan objek vital lainnya turut mendapat pengamanan ekstra. "Polda Jatim juga meningkatkan pengamanan mako (markas komando) sesuai protap," kata Gatot.

Polda Jatim, Gatot menambahkan, meminta masyarakat waspada dan melaporkan jika ada orang mencurigakan. "Kami akan melibatkan semua elemen masyarakat untuk sama-sama menjaga situasi yang kondusif di Jawa Timur," katanya.

Bom pernah meledak di tiga gereja di Surabaya. Pertama, aksi bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela pada Mei 2018. Dua pelaku dan tiga warga tewas.

Aksi kedua, masih di hari yang sama, tiga orang melakukan bom bunuh diri yakni seorang ibu dan dua anaknya di Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, Surabaya,

Lalu aksi bom bunuh diri seorang wanita yang menabrakkan mobil minibus ke Gereja Pantekosta Pusat Surabaya. Total korban jiwa 8 orang termasuk pelaku. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top