Peracik Bom Tertangkap, Diduga Banyak Pemesan

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jember - Polisi masih memeriksa intensif Misru (50), pembuat bom yang tertangkap saat membawa kardus berisi bahan peledak 6 kg di Jalan Dusun Besuki Desa Sidomekar Kecamatan Semboro, Jember, Senin (29/3).

Kapolsek Semboro AKP Faturochman mengungkapkan pelaku kerap membuat bahan peledak dalam jumlah besar untuk para pemesannya.

"Ini diperkirakan pembelinya banyak. Masih kita dalam apakah ada kaitan dengan jaringan teroris atau tidak," kata Faturochman kepada wartawan, Senin (29/3) malam.

Fatur menjelaskan warga Semboro itu tertangkap saat polisi melakukan patroli. Petugas melihat gelagat mencurigakan Misru sambil membawa kardus.

Saat didatangi polisi, ia sempat mengacungkan celurit dari pinggang celananya. Misru tampak hendak melawan polisi, namun berhasil dilumpuhkan.

"Setelah itu kami geledah, dan didapati dalam sebuah kardus yang dibawa tersangka dengan motornya ditemukan 6 kg bahan peledak jenis mesiu yang dibungkus plastik berjumlah total 6 kantong. Masing-masing kantong bobotnya 1 kiloan," ujar Fatur.

Polisi juga menemukan selembar kertas berlapis mesiu untuk sumbu peledak serta uang tunai Rp 3,1 juta. Misru mengaku sudah setahun berjualan bubuk bahan peledak yang ia racik dari potasium, belerang, dan bronze.

Misru mengaku membeli bahan kimia di sejumlah toko di Surabaya. "Kemudian diracik sendiri menjadi bubuk mesiu, kemudian dijual," kata Fatur.

Polisi masih menyelidiki motif pelaku dan kaitannya dengan jaringan terorisme. Penyelidikan sementara ia hanya penjual bubuk mesiu untuk petasan, bondet, dan bom ikan. "Terutama saat mendekat Ramadhan dan Lebaran. Jadi tidak terkait kelompok terorisme," Fatur menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top